Selasa, 25 Juni 2019

V-Class minggu-10 Sistem Informasi Perbankan

Sejarah tentang Bank Indonesia


Masa penjajahan

Sebelum Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 10 Oktober 1827 di wilayah Hindia Belanda (Nusantara), sudah didirikan bank oleh pemerintah Hindia Belanda. Bank tersebut diberi nama De Javasche Bank, kedudukan di Batavia (sekarang Jakarta). Bank tersebut bukanlah milik pemerintah, namun semua pimpinannya diangkat oleh pemerintah. Tujuan utama pendirian bank tersebut adalah untuk meningkatkan perekonomian pemerintah Belanda. Pada tahun 1951, De Javashe Bank dinasionalisasikan diganti namanya menjadi Bank Indonesia.

Selain bank yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda,ada juga bank yang didirikan oleh swasta yang dananya berasal dari orang-orang Belanda, Inggris, Jepang, dan Cina. Bank-bank yang dimiliki oleh orang Belanda adalah:
  1. Nederland Handels Maatschappij (1824).
  2. De Escomptobank N.V (1857), dan
  3. Nationale Handelsbank (1863).

Bank-bank yang dimiliki oleh orang Inggris adalah:
  1. The Chartered Bank of Hindia.
  2. Hongkong Shanghai Banking Corporation.

Bank-bank yang dimiliki oleh orang inggris adalah:
  1. The Yokohama Shokin Bank, dan
  2. The Mitsui Bank.

Bank-bank yang dimiliki oleh orang Cina adalah:
  1. The Overseas Chinese Banking Corporation.
  2. The Bank of China.
  3. NV Batavia Bank, dan
  4. NV Bank Vereeninging Oei Tiong Ham.
Keberadaan bank-bank swasta asing tersebut lebih bersifat menguntungkan orang-orang asing dan bukunya memajukan perekonomian rakyat Indonesia. Namun, untunglah terdapat beberapa tokoh (orang indonesia yang memikirkan nasib perekonomian rakyat. Mereka mendirikan berbagai organisasi yang kegiatannya untuk meningkatkan perekomonian orang indoensia. Di antara sekian banyak organisasi yang muncul di indonesia yang sangat terkenal adalah:
  1. Bank Pyiyayi yang didirikan oleh Patih Wiriaatmadja dii Purwokerto tahun 1896.
  2. Indonesia Study Club, yang dipimpin oleh Dr. Sutomo, mendirikan koperasi, sekolah tenun, pusat kerajinan, dan bank. Bank yang didirikan di Surabaya diberi nama Bank Nasional Indonesia pada tahun 1925
  3. NV Bank Boemi di Jakarta yang dipelopori oleh Sumanang.
  4. Bank Nasional Abuan Saudagar di Bukittinggi.

Masa Kemerdekaan

Setelah jepang menyerah pada Perang Dunia kedua, Belanda kembali lagi ke Indonesia dengan membonceng tentara Inggris. Akibanya, wilayah Indonesia saat itu terbagi menjadi dua, yaitu Daerah Republik yang dikuasai oleh pemerintah Republik Indonesia dan Daerah Federal yang diduduki oleh Belanda.

Di daerah Republik terdapat bank pemerintah dan bank swasta. Bank pemerintah yang ada pada saat itu adalah:
  1. Bank Negara Indonesia (BNI) yang didirikan tanggal 5 juli 1946.
  2. Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang berasal dari De Algemene Volkscredietbank.

Adapun bank - bank swasta yang ada pada saat itu adalah:
  • Bank Surakarta Maskapai Andil Bumi Puteri di Solo.
  • Bank Indonesia di Palembang.
  • Indonesia Banking Corporation di Yogyakarta, dan
  • Bank Nasional Indonesia di Surabaya.

Di daerah Federasi terdapat bank yang dimiliki oleh swasta, yakni
  • NV Bank Soelawesi di Manado.
  • NV Bank Perniagaan Indonesia.
  • NV Bank Timoer di Semarang.
  • Bank Dagang Indonesia VV di Banjarmasin, dan
  • Kalimantan Trading Corpporation di Samarinda.

Dewasa ini di Indonesia terdapat banyak bank yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta nasional dan swasta nasional dan swasta asing, namun, menurut fungsinya bank-bank tersebut dapat dikelompokkan menjadi Bank Sentral yaitu Bank Indonesia.

Bank Sentral di atur oleh Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999 tentang Kemandirian Bank Sentral, sedangkan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Sejumlah pasal UU tersebut mengalami perubahan melalui Undang-Undang No. Tahun 1998.


Tujuan Bank Central


Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Hal tersebut menjadi tugas pokok bank sentral di tiap negara dalam kaitannya dengan ruang lingkup ekonomi makro di Indonesia. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.

Refrensi:



Sabtu, 04 Mei 2019

Pertemuan 2-Tugas 2&3

Pronounce

How to Pronounce the

Normally, we pronounce the with a short sound (like "thuh"). But when thecomes before a vowel sound, we pronounce it as a long "thee".
vowel soundwritesay
athe applethee apple
ethe eggthee egg
ithe ice-creamthee ice-cream
othe orangethee orange
uthe ugli fruitthee ugli fruit
It is important to understand that it is what we say that matters, not what we write. It is the sound that matters, not the letter used in writing a word. So we use a long "thee" before a vowel sound, not necessarily before a vowel. Look at these cases:
we writewithwe saybecause
the houseconsonant hthuh houseconsonant sound
the hourconsonant hthee ourvowel sound
the universityvowel uthuh youniversityconsonant sound
the umbrellavowel uthee umbrellavowel sound
Emphatic the [thee]
When we wish to place emphasis on a particular word, we can use "emphatic the" [thee], whether or not the word begins with a consonant or vowel sound. For example:
A: I saw the [thuh] President yesterday.
B: What! The [thee] President of the Republic Indonesia?
A: Yes, exactly!


Quotes

  • “Every journey begins with a single step. We just have to have patience.” 
  • “You can die anytime, but living takes true courage.” 
  • “Life is not a game of luck. If you wanna win, work hard.” 
  • “Just because you're right, doesn't mean you're wrong.” 
  • “A teacher doesn’t give up on her students just because things get tough.”
  • “People die if they're killed.”
  • “Whatever you do, enjoy it to the fullest. That is the secret of life.” 
  • “Sometimes I do feel like I’m a failure. Like there’s no hope for me. But even so, I’m not gonna give up. Ever!”
  • “There are no regrets. If one can be proud of one’s life, one should not wish for another chance.” 
  • “No matter how hard or impossible it is, never lose sight of your goal.” 

Pertemuan 1-Tugas 3&4

Alright fellas, today i'll share you about "How to increase your english":

Firstly first, i urge you to bought an english dictionary, why? Because why not? I mean when i was 8 years old, i learn throught this dictionary, there is translation from Indonesia lang.-English, vocabulary, adverb, etc.

Second, go watch some movies, either you can go to nearby cinema or waiting in front of your television. You can also read the subtitle at the down below film while listening whatever the characters is talking about, so you should possibly understand enough of the plot story about the film.

Thirdly, i highly reccomend you to hang out with some fellow humans that use english as their "mother language", don't have some friends like 'em? go to internet dude, there is some forums or social media or even you can playing games and have chit-chat with them(please respect each other at internet).

Fourth, if you want to be an expert towards this english subject, go take some extra class, english lesson, or maybe you can also take English Literature at university.

Well i guess thats all of my tips to increase your English. Next i want to share how to make a great America coffe:

  1. Take a clean and the finest mug.
  2. Take an 1 teaspoon sugar, and also the coffe of course into the mug.
  3. Also pour the hot water inside the mug, be very careful.
  4. You can also give some condensed milk to make the taste even better.