Sabtu, 10 Juni 2017

Teknologi MLSI (BISL & MOF)

MOF (Microsoft Operations Framework)
Adalah sekumpulan prinsip, Teknik, dan Model teruji di lapangan (best practices) untuk mengelola layanan TI, Dengan tujuan:
- Mencapai Target Service Level : Availability, Reliability, Supportability, Managability
- Menciptakan infrastruktur TI yang adaptif.

MOF mencakup SDM, Proses/Prosedur, dan Teknologi, MOF di kembangkan dari IT infrastructure Library   dari OGC di inggris. MOF terdiri dari best practice, prinsip, dan kegiatan dan kegiatan yang memberikan panduan komprehensif untuk mencapai kehandalan untuk solusi dan layanan TI . MOF menyelenggarakan kegiatan dan proses TI dalam fungsi manajemen layanan (SMF), yang berlangsung dalam siklus hidup yang terdiri dari tahapan perencanaan, penyampaian, operasional, dan pengelolaan ISO/IEC 20000 menunjukkan bahwa organisasi berorientasi pada kualitas dengan memberikan layanan TI yang efisien dan efektif.

Prinsip utama dari MOF yaitu mengembangkan, mengelola, dan menerapkan standard & policy bagi pengembangan dan pengoperasian infrastruktur TI perusahaan. Selain itu MOF juga memiliki prinsip lain yaitu :
1.    Kegiatan yang terstruktur
2.    Memudahkan koordinasi dan perencanaan
3.    Penyempurnaan iterative dengan siklus cepat
4.    Manajemen berbasis review (evaluasi)
5.    Review dilakukan pada akhir tahapan-tahapan dalam siklus iterasi
6.    Aspek manajemen resiko terkadang dalam prosedur pengelolaan

Struktur dari MOF yaitu, MOF Infrastructure Engineering. MOF Infrastructure Engineering (IE) adalah bagian dari kuadran Optimizing MOF.

Tujuan MOF yaitu :
-         Memastikan bahwa infrastruktur yang digunakan selaras dengan tujuan dan strategi bisnis/organisasi.
-         Maksimasi tingkat layanan dan minimasi dampak negatif perombakan infrastruktur.
-         IE dan Bidang MOF Lain.

Business Information Services Library (BISL)
BISL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BISL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. BISL berkaitan erat dengan kerangka ITIL dan ASL, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BISL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir).

Perbedaan Antara BISL & MOF
·Pada MOF lebih menetapkan layanan dimana memberikan layanan yang handal, relevan dan praktis sementara BISL masih standar dalam melakukan proses layanannya.
·BISL memberikan atau memfasilitasi pamahanan dan komunikasi yang lebih baik, sementara MOF tidak terfokuskan dengan itu.



Source:

COBIT & ITIL

ITIL ( INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY )
ITIL adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (IT). Nama ITIL merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Technology (OGC) Britania Raya.

ITIL dipublikasikan pertama kali pada tahun 1989-1996.
ITIL menyediakan framework untuk manajemen tata kelola TI, yang saling terintegerasi, dan berfokus pada pengukuran secara realtime dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas Manajemen Layanan SI / TI yang disampaikan, baik dari segi bisnis maupun perspektif pelanggan. Fokus ini merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan ITIL di seluruh dunia dan telah memberikan kontribusi untuk penggunaan layanan IT secara produktif dan memberikan manfaat utama dalam layanan tersebut yang secara teknis dan prosesnya terorganisir dengan baik.

Manfaat ITIL dalam Manajemen Layanan SI / TI antara lain :
1.      Peningkatan dari segi jumlah konsumen dan kepuasan konsumen dalam Manajemen Layanan SI / TI.
2.      Meningkatkan ketersediaan layanan, hal ini menyebabkan peningkatan langsung dari segi keuntungan bisnis dan pendapatan.
3.      Penghematan keuangan dari berkurangnya pengerjaan ulang, waktu yang hilang dan penggunaan pengelolaan sumber daya.
4.      Peningkatan waktu estimasi ke konsumen untuk produk dan layanan baru.
5.      Meningkatkan pengambilan keputusan dan pengoptimalan risiko.


COBIT
Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) adalah kerangka bisnis untuk tata kelola dan Manajemen Layanan SI / TI. COBIT diciptakan oleh ISACA, yaitu sebuah asosiasi profesional internasional yang berfokus pada tata kelola layanan TI yang sebelumnya dikenal sebagai Information Systems Audit and Control Association. ISACA menggambarkan dirinya sebagai sebuah organisasi nirlaba, asosiasi keanggotaan global untuk Manajemen Layanan SI / TI dan sistem informasi profesional.

Baik ISACA maupun COBIT telah berevolusi selama bertahun-tahun. Bahkan, langkah dari ISACA maupun COBIT sebagai pencerminan sebuah strategi manajemen layanan bagi konsumen yang lebih luas dan bukan hanya sebagai pengaudit sistem komputer tahap awal saja.

Manfaat COBIT dalam Manajemen Layanan SI / TI antara lain :
1.      Menjaga informasi yang berkualitas tinggi untuk mendukung keputusan bisnis.
2.      Mencapai tujuan strategis dan meningkatkan keuntungan bisnis secara signifikan melalui pengembangan Manajemen Layanan SI / TI yang efektif dan inovatif.
3.      Mencapai keunggulan layanan operasional melalui aplikasi yang handal serta efisien.
4.      Menjaga stabilitas Manajemen Layanan SI / TI terkait risiko pada tingkat tertentu yang dapat diterima.
5.      Mengoptimalkan biaya Manajemen Layanan SI / TI.

Kelebihan COBIT dibanding framework Manajemen Layanan SI / TI lainnya :
1.      Keamanan informasi perangkat mobile lebih terjamin.
2.      Transformasi Cybersecurity yang ditanamkan pada sistem terintegrasi.
3.      Manajemen konfigurasi yang lebih user friendly.
4.      Memberikan saran praktis untuk berbagai stakeholder yang terlibat dalam proses manajemen vendor.
5.      Secara rutin memelihara siklus hidup dari berbagai lini stakeholder.
6.      Mengelola ancaman dan risiko secara mumpuni dan baik.
7.      Mengelola penyedia layanan cloud secara stabil dan terkendali.


Source: